jaringan komputer

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).
Tujuan dari jaringan komputer adalah :
Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.
Daftar isi

1 Sejarah
2 Klasifikasi
3 Lihat pula
4 Referensi

Sejarah
ini model Distributed Processing

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.

Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik di tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Di tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan di tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Ini adalah Model Time Sharing System (TSS)

Di tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Peta logika dari ARPANET

Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) di tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.

Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.

Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.

Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer di tahun 1992.[5] Dan di tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan di tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Klasifikasi
Contoh model jaringan Klien-Server

Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :

Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN). Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 – 10 kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi. Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 – 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Coaxial Cable). Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua. Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.
Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer). Jaringan klien-server pada ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client). Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya. Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak.
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
Topologi bus
Topologi bintang
Topologi cincin
Topologi mesh
Topologi pohon
Topologi linier
Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
Jaringan terpusat

Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.

Jaringan terdistribusi

Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.

Berdasarkan media transmisi data
Jaringan Berkabel (Wired Network)

Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

Jaringan nirkabel(Wi-Fi)

Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Teori Atom J . J Thomson

Teori Atom J. J. Thomson

Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
Sumber : kimiamifkho.wordpress.com
Model Atom J.J. Thomson
Pada tahun 1897, J.J Thomson mengamati elektron. Dia menemukan bahwa semua atom berisi elektron yang bermuatan negatif. Dikarenakan atom bermuatan netral, maka setiap atom harus berisikan partikel bermuatan positif agar dapat menyeimbangkan muatan negatif dari elektron.
Kelebihan model atom Thomson
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
Kelemahan model atom Thomson
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
Sumber : id.wikipedia.org

Teori Atom Thomson

Berdasarkan percobaan tentang hantaran listrik melalui tabung hampa/tabung pengawan muatan (discharge tube) atau tabung sinar katode. Dalam tabung katode tekanan gas dalam tabung dapat diatur melalui pompa isap (pompa vakum). Pada tekanan cukup rendah  dan tegangan yang cukup tinggi (beberapa ribu volt), gas dalam tabung akan berpijar dengan cahaya yang warnanya tergantung pada jenis gas dalam tabung (gas neon berwarna merah, gas natrium berwarna kuning). Jika tekanan gas dikurangi, maka daerah didepan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini akan bertambah jika tekanan gas dalam tabung terus dikurangi, akhirnya seluruh tabung menjadi gelap, tetapi bagian tabung didepan katode berpendar dengan warna kehijauan.

Melalui percobaan dapat ditunjukkan bahwa  perpendaran tersebut disebabkan oleh suatu radiasi yang memancar dari permukaan katode menuju anode. Oleh karena berasal dari katode, maka radiasi ini disebut sinar katode. Hasil percobaan tabung katoda ini membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. selanjutnya sinar katode ini merupakan partikel yang bermuatan negatif dan oleh Thomson partikel ini dinamakan elektron.
Sumber : forumsains.com

Teori Atom Thomson

Kelemahan dari teori yang diajukan Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson. Dia memfokuskan pada muatan listrik yang ada dalam sebuah atom. Dengan eksperimen menggunakan sinar kotoda, membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom dan partikel tersebut adalah elektron. Thomson juga memastikan bahwa atom bersifat netral, sehingga diadalam atom juga terdapat partikel yang bermuatan positif.
Selanjutnya Thomson mengajukan model atom, yang dinyatakan bahwa atom merupakan bola yang bermuatan positif, dan elektron tersebar dipermukaannya, seperti roti ditaburi kismis atau seperti kue onde-onde dimana permukaannya tersebar wijen.
Thomson juga menambahkan bahwa atom bersifat netral sehingga jumlah proton dalam bola sama dengan jumlah elektron yang ada di permukaannya.
Sumber : chem-is-try.org

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KKPI

1          Pengertian : Windows adalah sebuah sistem operasi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan Amerika yang bernama Microsoft.
fungsi  : Sistem Pengoperasian (OS) membekalkan perkhidmatan (service) kepada program lain, contohnya kod (driver) yang membenarkan Ahli Program menulis program untuk mesin tanpa perlu mengetahui lebih terperinci tentang alat elektronik pada sistem komputer. Selain itu fungsi sistem pengoperasian Microsoft Windows adalah ia sebagai susunan arahan yang dapat difahami oleh komputer. Ia dibuat untuk mengarahkan komputer melaksanakan, mengawal, menjadualkan, dan menyelaraskan sesuatu operasi komputer.
macam – macam : 1. Windows XP Professional
Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk computer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003.
2. Windows XP Home Edition
Windows XP Home Edition adalah sistem operasi Windows XP yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara Windows XP Home Edition dengan Windows XP Professional, karena basis pembuatannya yang sama. Perbedaan yang diberlakukan terhadap versi Windows ini adalah dukungan jaringan, di mana Windows XP Home Edition tidak didesain untuk sistem dengan banyak pengguna, seperti halnya Windows XP Professional.
3. Windows XP Media Center Edition

Windows XP Media Center Edition adalah versi Windows XP yang dibuat khusus untuk perangkat semacam Hi-Fi, dan PC yang diletakkan di ruang duduk.
4. Windows XP Tablet PC Edition

Windows XP Tablet PC Edition adalah versi Windows XP yang dikhususkan untuk PC yang ultraportabel, yang dinamakan oleh Microsoft dengan Tablet PC.

5. Windows XP Professional x64 Edition

Windows XP Professional x64 Edition merupakan versi Windows XP yang dikhususkan untuk prosesor dengan arsitektur x86-64.

6. Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium

Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium merupakan versi yang sangat terbatas sekali dilihat dari segi penjualannya.

2          UNIX adalah Sistem Operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, dikembangkan oleh AT&T Bell Labs. UNIX didesain sebagai Sistem Operasi yang portabel, Multi-Tasking dan Multi-User. Sistem Operasi UNIX lebih menekankan diri pada Workstation dan Server, Karena faktor ketersediaan dan kompatibilitas yang tinggi menyebabkan UNIX dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi sehingga UNIX pun dikembangkan oleh banyak pihak dan menyebabkan banyak sekali varian dari UNIX ini.

UNIX sendiri ditulis dalam bahasa C sehingga UNIX pun mirip dengan DOS yaitu Line/Text Command Based selain itu UNIX pun merupakan Sistem Operasi yang secure dibanding dengan Sistem Operasi lain, karena setiap file, direktori, user dan group memiliki set izin tersendiri untuk diakses. Karena adanya dukungan Proyek GNU, maka selanjutnya UNIX berkembang menjadi LINUX (Salah satu varian UNIX).

3          Linux merupakan kloningan dari MINIX (Salah satu varian UNIX), peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari Sistem Operasi GNU. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar UNIX, Linux menggunakan Kernel Monilitik yaitu Kernel Linux yang menangani kontrol prosses, jaringan, periferal, dan pengaksesan sistem berkas. Sama seperti UNIX, Linuxpun dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (Command Line Interface/CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan konfigurasi bawaan untuk versi dektop.

Nama   :   Nicky Miftahul Arzaq

Kelas   :   X

rtha34@yahoo.com

1552202437

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Analisis Dan Identifikasi Hukum Publik yang Berlaku Di Indonesia , Rasa aman yang diberikan oleh negara terhadap Masyarakat

Hukum pidana Indonesia

Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan hukum publik (C.S.T Kansil).Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).

Hukum tata negara

Hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang negara, yaitu antara lain dasar pendirian, struktur kelembagaan, pembentukan lembaga-lembaga negara, hubungan hukum (hak dan kewajiban) antar lembaga negara, wilayah dan warga negara.

Hukum tata usaha (administrasi) negara

Hukum tata usaha (administrasi) negara adalah hukum yang mengatur kegiatan administrasi negara. Yaitu hukum yang mengatur tata pelaksanaan pemerintah dalam menjalankan tugasnya . hukum administarasi negara memiliki kemiripan dengan hukum tata negara.kesamaanya terletak dalam hal kebijakan pemerintah ,sedangkan dalam hal perbedaan hukum tata negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi/hukum dasar yang digunakan oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah,untuk hukum administrasi negara dimana negara dalam “keadaan yang bergerak”. Hukum tata usaha negara juga sering disebut HTN dalam arti sempit.

Hukum acara perdata Indonesia

Hukum acara perdata Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum perdata. Dalam hukum acara perdata, dapat dilihat dalam berbagai peraturan Belanda dulu(misalnya; Het Herziene Inlandsh Reglement/HIR, RBG, RB,RO).

Hukum acara pidana Indonesia

Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum pidana. Hukum acara pidana di Indonesia diatur dalam UU nomor 8 tahun 1981.

Asas dalam hukum acara pidana

Asas didalam hukum acara pidana di Indonesia adalah:

  • Asas perintah tertulis, yaitu segala tindakan hukum hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah tertulis dari pejabat yang berwenang sesuai dengan UU.
  • Asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan, jujur, dan tidak memihak, yaitu serangkaian proses peradilan pidana (dari penyidikan sampai dengan putusan hakim) dilakukan cepat, ringkas, jujur, dan adil (pasal 50 KUHAP).
  • Asas memperoleh bantuan hukum, yaitu setiap orang punya kesempatan, bahkan wajib memperoleh bantuan hukum guna pembelaan atas dirinya (pasal 54 KUHAP).
  • Asas terbuka, yaitu pemeriksaan tindak pidana dilakukan secara terbuka untuk umum (pasal 64 KUHAP).
  • Asas pembuktian, yaitu tersangka/terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian (pasal 66 KUHAP), kecuali diatur lain oleh UU.

Hukum antar tata hukum

Hukum antar tata hukum adalah hukum yang mengatur hubungan antara dua golongan atau lebih yang tunduk pada ketentuan hukum yang berbeda.

Hukum adat di Indonesia

Hukum Islam di Indonesia

Hukum Islam di Indonesia belum bisa ditegakkan secara menyeluruh, karena belum adanya dukungan yang penuh dari segenap lapisan masyarakat secara demokratis baik melalui pemilu atau referendum maupun amandemen terhadap UUD 1945 secara tegas dan konsisten. Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang banyak menerapkan hukum Islam melalui Pengadilan Agama, sesuai pasal 15 ayat 2 Undang-Undang RI No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu : Peradilan Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darrussalam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum.

Istilah hukum

Advokat

Sejak berlakunya UU nomor 18 tahun 2003 tentang advokat, sebutan bagi seseorang yang berprofesi memberikan bantuan hukum secara swasta – yang semula terdiri dari berbagai sebutan, seperti advokat, pengacara, konsultan hukum, penasihat hukum – adalah advokat.

Advokat dan pengacara

Kedua istilah ini sebenarnya bermakna sama, walaupun ada beberapa pendapat yang menyatakan berbeda. Sebelum berlakunya UU nomor 18 tahun 2003, istilah untuk pembela keadilan plat hitam ini sangat beragam, mulai dari istilah pengacara, penasihat hukum, konsultan hukum, advokat dan lainnya. Pengacara sesuai dengan kata-kata secara harfiah dapat diartikan sebagai orang yang beracara, yang berarti individu, baik yang tergabung dalam suatu kantor secara bersama-sama atau secara individual yang menjalankan profesi sebagai penegak hukum plat hitam di pengadilan. Sementara advokat dapat bergerak dalam pengadilan, maupun bertindak sebagai konsultan dalam masalah hukum, baik pidana maupun perdata. Sejak diundangkannya UU nomor 18 tahun 2003, maka istilah-istilah tersebut distandarisasi menjadi advokat saja.

Dahulu yang membedakan keduanya yaitu Advokat adalah seseorang yang memegang izin ber”acara” di Pengadilan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman serta mempunyai wilayah untuk “beracara” di seluruh wilayah Republik Indonesia sedangkan Pengacara Praktek adalah seseorang yang memegang izin praktek / beracara berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi setempat dimana wilayah beracaranya adalah “hanya” diwilayah Pengadilan Tinggi yang mengeluarkan izin praktek tersebut. Setelah UU No. 18 th 2003 berlaku maka yang berwenang untuk mengangkat seseorang menjadi Advokat adalah Organisasi Advokat.(Pengacara dan Pengacara Praktek/pokrol dst seteah UU No. 18 tahun 2003 dihapus)

Konsultan hukum

Konsultan hukum atau dalam bahasa Inggris counselor at law atau legal consultant adalah orang yang berprofesi memberikan pelayanan jasa hukum dalam bentuk konsultasi, dalam sistem hukum yang berlaku di negara masing-masing. Untuk di Indonesia, sejak UU nomor 18 tahun 2003 berlaku, semua istilah mengenai konsultan hukum, pengacara, penasihat hukum dan lainnya yang berada dalam ruang lingkup pemberian jasa hukum telah distandarisasi menjadi advokat.

Jaksa dan polisi

Dua institusi publik yang berperan aktif dalam menegakkan hukum publik di Indonesia adalah kejaksaan dan kepolisian. Kepolisian atau polisi berperan untuk menerima, menyelidiki, menyidik suatu tindak pidana yang terjadi dalam ruang lingkup wilayahnya. Apabila ditemukan unsur-unsur tindak pidana, baik khusus maupun umum, atau tertentu, maka pelaku (tersangka) akan diminta keterangan, dan apabila perlu akan ditahan. Dalam masa penahanan, tersangka akan diminta keterangannya mengenai tindak pidana yang diduga terjadi. Selain tersangka, maka polisi juga memeriksa saksi-saksi dan alat bukti yang berhubungan erat dengan tindak pidana yang disangkakan. Keterangan tersebut terhimpun dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang apabila dinyatakan P21 atau lengkap, akan dikirimkan ke kejaksaan untuk dipersiapkan masa persidangannya di pengadilan. Kejaksaan akan menjalankan fungsi pengecekan BAP dan analisa bukti-bukti serta saksi untuk diajukan ke pengadilan. Apabila kejaksaan berpendapat bahwa bukti atau saksi kurang mendukung, maka kejaksaan akan mengembalikan berkas tersebut ke kepolisian, untuk dilengkapi. Setelah lengkap, maka kejaksaan akan melakukan proses penuntutan perkara. Pada tahap ini, pelaku (tersangka) telah berubah statusnya menjadi terdakwa, yang akan disidang dalam pengadilan. Apabila telah dijatuhkan putusan, maka status terdakwa berubah menjadi terpidana.

 

Keberadaanku Aman, Menyenangkan dan Bermanfaat bagi Masyarakat: Perubahan Perilaku Petugas Kepolisian

 

Written by Administrator
Monday, 01 December 2008 11:22
Pendahuluan

Awas jangan menangis terus itu ada polisi…… seorang ibu yang menakut-nakuti anaknya yang sedangan rewel agar diam dan tidak menangis. Setiap keluarga yang didatangi terkejut dan tetangga kanan kiri akan bertanya ada apa? Siapa yang ditangkap?, ada masalah apa? Kedatangan polisi ke masyarakat sering dianggap ada masalah kriminil.Saat polisi lalu lintas melakukan pemeriksaan surat-surat atau menghentikan kendaraan di jalan selalu ada prasangka buruk terhadap polisi.

Saat saya akan melihat pameran karikatur di Bentara Budaya dengan pakaian dinas polisi langsung ditanya oleh satpam penjaga : “pak ada keperluan apa ? apa yang bisa kami Bantu?” itu mungkin sikap respek tetapi hati saya merasakan kalau satpam ini curiga ada apa ya jangan -jangan polisi ini akan menegur tau bahkan menutup pameran karikatur yang sedang diselenggarakan. Maklum karikatur biasanya penuh kritik yang pedas terhadap pemerintah maupun aparat. Gambaran itulah yang menunjukan keberadaan polisi dengan masyarakatnya ada jurang pemisah, ada jarak yang cukup jauh dan ada kecurigaan atau saling ketidak percayaan baik dari kepolisian terhadap masyarakatnya maupun sebaliknya.

Ketidak percayaan masyarakat terhadap polisi dapat ditunjukan dari berbagai anekdot yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat seperti “hilang ayam lapor polisi malah hilang kambing”. Ada sebuah cerita yang menceriterakan seseorang yang putus asa karena tidak punya uang akhirnya dia nekat mengirim surat kepada Tuhan untuk minta uang seratus ribu rupiah. Saat itu ada polisi yang iba membaca surat itu yang berupaya untuk menyenangkan atau setidaknya memberikan setetes harapan bahwa Tuhan ada dan mengasihi umatnya. Maka polisi itu berinisiatif memanggil orang itu dan memberi uang sebesar lima puluh ribu rupiah, sebagai jawaban dari Tuhan. Apa nyatanya, orang yang diberi uang tersebut kembali menulis surat kepada Tuhan . yang isinya :”Tuhan mohon lain kali kalau memberi uang jangan dititipkan polisi, karena kalau lewat polisi pasti dipotong. Saya percaya Tuhan memberi saya seratus ribu tetapi sama polisi hanya diberikan lima puluh ribu. Tolong ya Tuhan kalau mau menolong hambamu sekali lagi saya mohon jangan lewat polisi”.

Kalau kita perhatikan saudara, teman atau kenalan saudara kita, tatkala ada masalah yang berkaitan dengan kamtibmas, kriminalitas, tilang, SIM dsb selalu berupaya menghubungi saudaranya yang polisi atau setidaknya mencari kenalan polisi, sukur-sukur yang pangkatnya tinggi untuk membantu atau menemani atau setidaknya menelpon atau mengirim SMS ke kantor polisi atau kepada petugas polisi yang akan dituju. Mengapa ini terjadi? Karena saudara kita atau teman kita tadi tidak yakin akan mendapatkan pelayanan yang sebagaimana yang seharusnya. Dalam benaknya penuh dengan kekhawatiran-kekhawatiran, jangan-jangan ….saya malah tidak nyaman, jangan-jangan saya malah jadi tersangka…. dsb.

Kecurigaan polisi kepada masyarakat dapat ditunjukan dari penugasanya yang lebih mengedepankan faktor ancaman. “Sesuatu ada karena dimengerti” kata filsuf Berkeley). Bagaimana kalau yang dipahami dan dimengerti adalah saling kecurigaan dan saling tidak percaya. Apa jadinya? Yang pasti tumbuh dan berkembang adalah kebencian. Kalau kebencian yang mendominasi maka tidak ada kebaikan dan ini yang sering dikatakan dengan kejahatan kebencian (hate crime).

Dalam tulisan ini ingin ditunjukan tentang perubahan perilaku atau tindakan para petugas polisi dalam melaksanakan pemolisianya dari polisi yang antagonis menjadi polisi yang protaginis. Yang lebih fokus lagi pada kebudayaan organisasi Polri dalam menyelenggarakan tugas-tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat dan aparat penegak hukum. Bahasan dalam tulisan ini mencakup kebudayaan organisasi Polri, citra polisi di mata masyarakat, dan perubahan perilaku maupun tindakan polisi yang dapat dirasakan aman, menyenangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pengertian yang bagaimana agar adanya perubahan perilaku petugas kepolisian? Kesalahan pengertian dapat menyesatkan bahkan dapat mengkacaukan. Maka pengertian atau pemahaman terhadap sesuatu sangat mempengaruhi implementasinya. Yang pertama dan utama adalah pengertian tentang apa peran dan fungsi polisi dalam masyarakat. Keberadaan polisi dalam masyarakat yang modern dan demokratis adalah fungsional dan tumbuh berkembang karena adanya kebutuhan pelayanan kepolisian dari masyarakat. “Dadi polisi kudu ono lelabuhane, ora ono lelabuhane ora ono gunane”. Pelayanan kepolisian kepada masyarakat adalah pelayanan keamanan (security service) yang mendukung tumbuh dan berkembangnya kualitas hidup masyarakat. Dan keberadaan polisi adalah untuk membuat masyarakatnya beradab (lihat Suparlan, 2005). Polisi harus satu langkah lebih maju dari masyarakatnya (Rahardjo, 2005).

Kebudayaan Polri

Kebudayaan Polri adalah kebudayaan yang dimiliki oleh organisasi Polri, yang berisi pengetahuan, keyakinan-keyakinan mengenai dirinya dan posisinya dalam lingkungan tersebut. Yang digunakan sebagai acuan atau pedoman organisasi Polri dalam melaksanakan pemolisianya maupun tindakan para petugas kepolisian untuk pemenuhan kebutuhan baik biologi, sosial maupun adab sebagai manusia (lihat Suparlan, 2005,2007)

Kebudayaan Polri dapat sebagai kebudayaan organisasi maupun kebudayaan para petugas kepolisian secara mendasar menurut Profesor Parsudi Suparlan (2007) dapat dibedakan isi maupun fungsingnya walaupun dalam hubungan yang saling mempengaruhi.

“………kebudayaan organisasi Polri membentuk, mengarahkan, dan memberi corak kebudayaan para anggota dan petugas Polri sebagai mana yang terwujud dalam pola – pola tindakan dari para petugas Polri. Di lain pihak kebudayaan para anggota atau petugas Polri turut membentuk, mengarahkan, dan memberi corak kebudayaan Polri sebagai organisasi melalui berbagai bentuk kebijakan pada berbagai tingkat organisasi serta penerapannya oleh para anggota Polri, dan melalui berbagai bentuk tindakan pemolisian dan tindakan – tindakan pemenuhan kebutuhan yang telah mereka lakukan secara berpola sebagai manusia”.

Kebudayaan Polri ini antara yang ideal atau yang sebagaimana yang seharusnya seperti yang tertuang dalam Tri Brata, Catur Prasetya, Kode Etik, Pedoman Pelaksanaan mupun Petunjuk-Petunjuk Pelaksanaan dapat berbeda bahkan bertentangan dengan yang aktual atau yang dijadikan acuan ataupedoman oleh para petugas kepolisian. Dan tentu ini mempengaruhi citra Polri dalam masyarakat. Polri merupakan institusi negara untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang dapat dipercaya bila menyimpang atau melakukan tindakan yang sebaliknya maka penghormatan atau kepercayaan dari masyarakat kepada Polri akan berbalik menjadi hujatan dan ketidak percayaan. Ini merupakan kebangkruan dan social costnya sangat mahal yang harus dibayar oleh Polri.

Apa yang sekarang ini terjadi ? kebudayaan yang ideal tidak sama bahkan bertentagan dengan yang aktual. Nilai-nilai kemanusiaan sebagai acuan Polri sekarang ini tak jarang diabaikan bahkan dilupakan dan yang diagung-agungkan oleh kebayakan para petugas kepolisian adalah nilai-nilai materialistis, hidonis dan memuja uang. Dan hal tersebut dianggap biasa-biasa saja, atau sebagai kewajaran atau sebagai sikap yang permisif karena Polri serba terbatas dan penuh dengan kekurangan. Pemujaan terhadap hal-hal yang hidonis atau materialistis tersebut juga dapat ditunjukan dengan adanya jabatan basah dan kering dalam institusi Polri.

Seorang anggota Polri akan merasa berbangga hati dan seolah mendapat rahmat atau kepercayaan dari pimpinan bila di tempatkan pada posisi yang dianggap basah. Pada posisi jabatan tersebut yang bersangkutan mempunyai kewenangan dan kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh petugas polisi, namun dilakukanya demi mendapatkan sesuatu imbalan yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhanya baik perorangan maupun kelompok. Tentu yang dibutuhkan atau sikap yang ditonjolkan atau tindakan yang diutamakan adalah loyalitas kepada atasan secara personal, walaupun tindakannya akan menyusahkan atau menyengsarakan orang lain. Dengan berbuat demikian maka yang bersangkutan akan aman, dianggap dapat mengamankan kebijakan pimpinan, loyal dan pasti ini akan terhormat dan menjadi idola bagi rekan-rekan ang lainya. Sedangkan yang berseberangan atau yang kritis atau yang bertindak benar sebagai mana seharusnya seorang polisi kadang kala justru mengalami penghinaan atau diabaikan dan ditempatkan di tempat yang dianggap kering, atau susah mendapatkan uang tambahan di luar gajinya. Dan tentu yang bersangkutan akan dilabel tidak loyal, tidak mumpuni yang juga sering dihambat kariernya.

Jenderal Polisi (purn) Hoegeng Iman Santoso mantan Kapolri mengatakan :’ Memang baik menjadi orang penting tetapi lebih penting menjadi orang baik”. Namu hal tersebut sekarang ini dilupakan bahkan sekarang ini dijungkir balikan, “yang paling penting adalah orang yang bernasib baik”. Tentu dalam konteks ini adalah diakitkan dengan jabatan yang basah dan tentu kaya atau setidaknya mempunyai harta atau kekayaan di atas rekan-rekanya, walupun tanpa perjuangan atau tanpa kinerja yang prima.

“Esse est percipi : Sesuatu itu ada karena ada pengertian” kalau yang dimengerti uang, jabtan basah maka perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat akan bersifat pura-pura atau superfisial dan tentu sering ditonjol-tonjolkan dalam kegiatan seremonial yang sesaat tanpa tindak lanjut yang berkesinambungan. Polisi keberadaanya adalah untuk membuat masyarakatnya beradab, bagimana akanmembuat beradab bila polisinya biadab. Ibarat orang buta menuntun orang buta, tentu kesesatan yang dihasilakan, mungkin juga kehancuran karena akan terjerumus bersama ke dalam jurang dalam.
Citra Polisi

Citra atau gambar, yang merupakan image yang ada dalam pikiran, perasaan, pandangan, anggapan dari seseorang, kelompok maupun masyarakat tentang sesuatu. Dan biasanya diadikan label penilaian tentang sesuatu walaupun kebenaranya belum tentu benar, namun diyakini sebagai kebenaran sesuai dengan yang dilabelkan. Bagaimana dengan citra Polri? Banyak kalangan yang mengakui Polri telah melakukan banyak perubahan dan kemajuan yang dapat meningkatkan keyakinan maupun kepercayaan masyarakat. Prestasi besar yang telah dicapai Polri seperti pengungkapan kasus Terorisme, penyelundupan, Narkoba, Pembunuhan dsb mengangkat citra Polri di mata masyarakat. Prestasi tersebut yang sering dikataan sebagai celebrity case prestasi khusus dan dalam waktu yang tertentu. Sedangkan yang merupakan daily case atau yang sehari-hari dilakukan sering berbeda bahkan bertentangan, itulah yang sering dilihat dan dihadapi masyarakat, sehingga prestasi gemilang Polri sering dilupakan begitu saja atau tidak mampu menganggkat citra Polri pada umumnya.

Pada saat polisi Indonesia berkunjung ke Jepang dan melihat polisi Jepang begitu ramah, sopan, sabar dan bekerja dengan profesional, polisi Indonesia terheran dan bertanya:” saudara menjadi polisi kok baik sekali?”. Jawaban polisi Jepang itu dengan keheranan:”Saya tidak berbuat baik, ini pekerjaan saya”. Pada suatu ketika polisi Jepang berkunjung ke Indonesia dan melihat tindakn polisi Indonesia yang sedang marah kepada seorang pelanggar, membentak-bentak dan bicara kasar,setelah itu dimintai uang untuk damai. Dengan terheran-heran polisi Jepang itu bertanya kepada polisi Indonesia:” Mengapa saudara berbuat tidak baik atau jahat kepada masyarakat?” Jawaban polisi Indonesia dengan enteng :” saya tidak berbuat jahat, ini pekerjaan saya”.

Anekdot di atas menggambarkan bahwa pengertian atau nilai-nilai yang menjadi keyakinan atau yang dipedomani merupakan dasar dari suatu perilaku atau tindakan yang tentunya sangat berkaitan erat dengan pencitraan. Bagi polisi Jepang ya itulah yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya tanpa merasa menjadi istimewa atau merasa berprestasi. Demikian halnya Polisi Indonesia yang juga tidak merasa bersalah karena itulah yang dia pahami dan yang dia ketahui serta merupakan hal yang biasa karena ia tak sendiri berbuat seperti itu.

Pencitraan dihasilkan dari dalam atau internal baik orangperorang maupun institusi, masyarakat bahkan negara. Sering kita dengar larangan-larangan orang asing ke Indonesia dengan alasan keamanan, maskapai penerbangan kita yang dicekal oleh Uni Eropa dsb. Bagaimana dengan Polri? Banyak yang beranggapan dekat dengan polisi malah repot, berhubngan dengan polisi seperlunya saja. Mengapa anggapan demikian selalu tumbuh dan berkembang dalam masyarakat? Hal tersebut menjadi isu penting dalam masyarakat, karena tindakan-tindakan para petugas polisi keseharianya (daily case) belum mencerminkan yang sebagaimana seharusnya(profesional, cerdas, bermoral dan patuh hukum). Nilai-nilai yang diyakininya bukan kemanusiaan, keselamatan, keamanan, pendidikan. Sehingga yang ditampilkan adalah sikap-sikap atau tindakan yang membuat orang atau masyarakat tidak percaya kepada polisi. ” Lahir iku utusaning batin”, yang ditampilkan miring-miring berarti batinya juga miring dan nilai-nilai yang diyakininya juga miring. Kalau yang diyakini nilai-nilai kemanusiaan, keselamatan, keamanan, pendidikan dan semua yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat maka tindakan para petugas polisi adalah juga akan menunjukan kepekaan dan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan, keselamatan, keamanan, pendidikan dan tentu kesemuanya itu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Peran serta Polisi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah memberikan pelayanan keamanan dan rasa aman warga masyarakat, sehingga mereka dapat melaksanakan aktifitasnya untuk menghasilkan suatu produksi, yang mensejahterakan hidup mereka. Dalam konteks ini polisi tidak melakukan tindakan yang anti produktifitas, seperti memalak, menerima suap atau menjadi backing berbagai kegiatan ilegal. Dan tentu keberadaan polisi haruslah fungsional dalam masyarakat, yaitu dibutuhkan dan diiginkan serta mendapatkan dukungan dari warga masyarakat.

Dalam pencitraan ini yang diperlukan oleh Polri sebagai langkah pertama adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Bagaimana Polri dapat dipercaya masyarakat? Polri secara sadar berani melakukan reformasi kultural secara mendasar, yaitu merubah nilai-nilai budaya organisasi dari uang, jabatan, tempat-tempat basah, birokrasi yang patrimonial yang dibangun dengan kedekatan-kedekatan personal menjadi nilai-nilai kemanusiaan, keselamatan, keamanan, pendidikan dalam birokrasi yang rasional dan modern yaitu dibangun dengan pendekatan impersonal atau pendekatan kerja serta adanya akuntabilitas kepada publik. Sehingga nilai-nilai budaya tersebut menjadi acuan dan pedoman bagi para petugas polisi dalam menjalankan tugasnya. Perubahan secara kultural merupakan tindakan ” to change the mind set of police officers”. Yang berarti para petugas polisi tidak melakukan tindakan yang membuat masyarakat tidak percaya seperti: KKN, tidak profesional dalam melaksanakan tugas, apatis/masa bodoh, arogan, melakukan tindak pidana, pilih kasih (tidak fair), melakukan tindakan kekerasan, atau melakukan tindakan tercela lainya yang melanggar moral maupun nilai-nilai budaya masyarakat.

Keberadaanku Aman, Menyenangkan dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

“Dadi polisi kudu ono lelabuhane, ora ono lelabuhane ora ono gunane” keberadaan polisi harus ada manfaatnya bagi masyarakatnya, jika tidak bermanfaat tidak ada gunanya, maka polisi akan dianggap benalu, dianggap musuh yang menyusahkan atau menyengsarakan masyarakat. Sekarang ini Polri telah mengadopsi community policing sebagai model pemolisianya melalui Polmas.Tentu akan membawa konsekuensi besar yaitu perubahan perilaku dan tindakan-tindakan petugas kepolisian baik tingkat manajemen maupun tingkat operasional. Perubahan yang mendasar adalah dimulai dari adanya kecintaan akan tugasnya. Tugas apapun yang diberikan atau yang dipercayakan harus menjadi amanah dan harus dicintai dan ada kebanggaan. Hal ini perlu dimulai dari adanya diskripsi dan analisa kerja yang jelas dan tertulis yan dibuat secara berjenjang dari tingkat yang terendah sampai tingkat yang tertinggi, secara mendetail sebagai formalisasi tugas. Adanya standarisasi keberhasilan tugas yang bervariasi antara satu tempat tugas dengan yang lainya. Untuk mengetahui keberhasilan dalam melaksanakan tugas perlu adanya penilaian kinerja yang obyektif, konsisten dan konsekuen. Tentu bagi yang bekerja dengan baik atau yang berprestasi harus dihargai, demikian halnya yang tidak berprestasi atau yang melanggar ada sanksi atau hukumannya. Yang tertuang dalam sistem reward and punishment. Dan tentu setiap pekerjaan dalam masing-masing bagian atau satuan mempunyai etika kerja sebagai bentuk pertanggungjawaban baik internal maupun kepada masyarakat,yang bervariasi dan dibuat secara berjenjang dari tingkat bawah sampai tingkat atas. Yang mencakup hal-hal yang harus dilakukan, hal-hal yang tidak boleh dilakukan, produk-produk yangharus dihasilkan serta sanksinya bila melakukan pelanggaran.

Melakukan suatu perubahan kebudayaan maupun peubahan perilakua(to change the mind set of police officers) tidak dapat secara instan atau dengan cara – cara yang mendadak atau yang sifatnya temporer, mealinkan dilakukan secara bertahap, dan berkesinambungan. Pernah seorang pejabat Polri bertanya kepada saya:”apa hasilnya community policing mu itu toh polisinya juga masih begini-begini saja”. Saya pun balik bertanya: ” apa hasilnya bapak mensekolahkan putra-putrinya yang sudah bertahun-tahun masih saja mengeluarkan uang untuk membiayainya?”. “anak saya kan belum lulus dan belum bekerja” jawabnya. “sama halnya dengan community policing ini pak sekarang ini masih ditabur, ada yang jatuh di lumpur, ada yang di aspal, ada yang dimakan burung-burung, tentu aneh kalau bapak tanya hasil panenanya”.

Tahapan untuk melakukan perubahan adalah melalui pengertian dengan memberitahu yang dialkuakan melalui kampanye atau sosialisasi yang terus menerus. Tahap selanjutnya adalah memahami. Pemahaman diperoleh melalui pelatihan, pendidikan yang terus menerus dilakukan. Tahap selanjutnya adalah tahap bisa memanfaatkan, yang dapat dilakukan melalui uji coba atau pilot proyek atau proyek percontohan. Dan apabila sudah dapat dilaksanakan dalam pilot-pilot proyek tersebut barulah dikembangkan. Kita harus sabar dan konsisten serta mengutamakan proses yang berkesinambungan. Saya pernah bertanya kepada Profesor Ichmi dari Jepang untuk mengimplementasikan community policing, beliau memberi naseheat: don’t be haste, jangan tergesa-gesa. Antony de Mello mengatakan dalam pepatahnya :” pada saat kita tidak tergesa-gesa kita samapai tujuan”. Ini bukan anti kecepatan cepat itu baik tetapi tergesa-gesa itu yang tidak baik.

Perubahan perilaku bagi petugas kepolisian hendaklah dapat mengikrarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan, keselamatan, keamanan, pendidikan, tentu ini bukan sekedar slogan atau jargon-jargon gombal yang tidak pernah ada ujung pangkalnya. Yang terpenting adalah keberadaan polisi benar-benar dapat dirasakan aman bagi masyarakat. Keberadaan polisi memberikan keamanan bgai masyarakat atau masyarakat merasa aman, terlindungi. Pada suatu ketika ada kerusuhan etnik di Pekalongn, sehingga warga keturunan salah satu etnik tidak berani keluar rumah, mereka pasrah, saat di luar ada suara sirine kendaraan aparat yang sedang berpatroli, mereka terasa aman, nyaman, adem ada aparat yang menjaga.

Keberadaan polisi menyenangkan bagi masyarakat. Polisi yang ramah, sopan, santun dalam berkomunikasi dan mampu memanusiakan manusia lainya. Walaupun bertindak tegas dalam melakukan upaya paksa namun tetap memberikan jaminan dan perlindungan HAM. Tentu polisi mengangkat harkat dan martabat manusi sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia.

Keberadaan polisi bermanfaat bagi masyarakat. Polisi memberikan petunjuk bagi yang tidak tahu, memberikan perlindungn bagi yang ketakutan, memberikan pelayanan bagi yang membutuhkan pelayanan kepolisian, dan keberadaanya dapat dirasakan ada manfaatnya dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini polisi tidak bermain-main dengan yang namanya kegiatan ilegal, memalak, menenima suap. Tentu manfaat polisi bagi masyarakat diperoleh melalui kinerja yang profesioanal, petugas yang mampu membagun citra positif di masyarakat tentu kebanggaanya adalah manakala bermanfaat atau berguna bagi masyarakat.Dan bukan lagi uang, jabatan basah atau hal-hal yang memalukan atau aib bagi masyarakat.
Penutup

Dalam proses perubahan ada kelompok-kelompok yang menentang atau merasa dirugikan adanya perubahan. Tindakan yang dialkukan adalah diajak komunikasi agar mereka juga merasa memiliki dan menjadi bagaian dalam perubahan ini. Difasilitasi atau diberikan bantuan atau fasilitas-fasilitas sehingga tidak merasa dikucilkan dan tetap dimanusiawikan. Diberi motifasi atau dorongan, untuk meyakinkan bahwa dirinya merupakan bagian penting dalam organisasi. Di manipulasi yaitu dengan kewenangan yang ada diberi penghargaan atau diberi kesempatan.

Perubahan perilaku para petugas polisi merupakan bagian dari perubahan kebudayaan Polri. Yaitu adanya perubahan dari polisi yang antagonis menjadi polisi yang protagonis atau polisi yang humanis. Yang mengacu pada soko guru demokrasi yaitu : supremasi hukum (hukum menjadi panglima), memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparansi, akuntabilitas kepada publik, berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta adanya pembatasan dan pengawasan kewenangan kepolisian. Dan dalam melakukan perubahan tidak dapat dilakukan secara instan atau dengan tergesa-gesa tetapi dengan bertahap dan berkesinambungan.

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

tkj

proses komputer

proccessor adalah perangkat keras yang merupakan inti komputer yang berfungsi sebagai pusat seluruh aktivitas komputer (otak / inti komputer)

a. CU (Control Unit) adalah perangkat keras komputer yang fungsinya untuk mengendalikan kerja atau proses seluruh komponen komponen komputer

b. ALU (Arithmatic Logic Unit) fungsinya adalah sebagai alat penghitungan pada komputer (hanya bisa memproses bilangan biner)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pengertian Negara

1.         Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.

Pengertian Negara Berdasarkan Pendapat Para Ahli :
– Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
– Georg Jellinek : Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu.
– Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga negara tersebut. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi cita-cita bangsa secara bersama-sama.

Negara merupakan integerasi dari kekuasaan politik, ia adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara adalah agensi (alat) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.

Negara adalah organisasi yang dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaanya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Negara menetapkan cara-cara dan batas-batas sampai dimana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama itu baik oleh individu dan golongan atau asosiasi maupun oleh negara sendiri.

Istilah negara mulai dikenal pada masa Renaissance di Eropa dalam abad XV melalui Niccolo Machiavelli yang mengenalkan istilah Lo Stato dalam bukunya yang berjudul Il Principe. Semula istilah itu digunakan untuk menyebut sebagian dari jabatan negara, kemudian diartikan juga sebagai aparat negara, dan “orang-orang yang memegang tampuk pemerintahan beserta staf-stafnya”, maupun “susunan tata pemerintahan atas suatu masyarakat di wilayah tertentu”.

2.         Dalam kamus ilmu Politik dijumpai istilah bangsa, yaitu “natie” dan “nation”, artinya masyarakat yang bentuknya diwujudkan oleh sejarah yang memiliki unsur sebagai berikut :

1. Satu kesatuan bahasa ;

2. Satu kesatuan daerah ;

3. Satu kesatuan ekonomi ;

4. Satu Kesatuan hubungan ekonomi ;

5. Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam kesatuan budaya.

Suatu negara apabila ingin diakui sebagai negara yang berdaulat secara internasional minimal harus memenuhi empat persyaratan faktor / unsur negara berikut di bawah ini :

1. Memiliki Wilayah

Untuk mendirikan suatu negara dengan kedaulatan penuh diperlukan wilayah yang terdiri atas darat, laut dan udara sebagai satu kesatuan. Untuk wilayah yang jauh dari laut tidak memerlukan wilayah lautan. Di wilayah negara itulah rakyat akan menjalani kehidupannya sebagai warga negara dan pemerintah akan melaksanakan fungsinya.

2. Memiliki Rakyat

Diperlukan adanya kumpulan orang-orang yang tinggal di negara tersebut dan dipersatukan oleh suatu perasaan. Tanpa adanya orang sebagai rakyat pada suatu ngara maka pemerintahan tidak akan berjalan. Rakyat juga berfungsi sebagai sumber daya manusia untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.

3. Pemerintahan Yang Berdaulat

Pemerintahan yang baik terdiri atas susunan penyelengara negara seperti lembaga yudikatif, lembaga legislatif, lembaga eksekutif, dan lain sebagainya untuk menyelengarakan kegiatan pemerintahan yang berkedaulatan.

4. Pengakuan Dari Negara Lain

Untuk dapat disebut sebagai negara yang sah membutuhkan pengakuan negara lain baik secara de facto (nyata) maupun secara de yure. Sekelompok orang bisa saja mengakui suatu wilayah yang terdiri atas orang-orang dengan sistem pemerintahan, namun tidak akan disetujui dunia internasional jika didirikan di atas negara yang sudah ada.

3.               asal mula terjadinya Negara

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.

Syarat-syarat sebuah negara :

  • 1. memiliki wilayah
  • 2. ada penduduk
  • 3. ada kedaulatan
  • 4. Mendapat pengakuan Negara lain

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

Keberadaan negara, seperti organisasi  secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai Undang-undang dasar .

Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.

Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara, atau hukum, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu Undang-Undang. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula.

Asal Mula Terjadinya Negara Berdasarkan fakta sejarah

  • Pendudukan (Occupatie)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya,Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.

  • Peleburan (Fusi)

Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru.Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.

  • Penyerahan (Cessie)

Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu.Misalnya,Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Prusia,(Jerman).

  • Penaikan (Accesie)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur Sungai atau dari dasar Laut (Delta).Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara.Misalnya,wilayah negara Mesir yang terbentuk dari delta  Sungai Nil.

  • Pengumuman (Proklamasi)

Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contahnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai aEarl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:dalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).
Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau) ndonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:. Nama Insulinde ini kurang populer.

Nama : nicky miftahul a

Kelas : X

sumber : cc.oc


Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

komponen – komponen komputer

Pengertian & Komponen-komponen Komputer

Pengertian Komputer

Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya. Jadi cara kerja komputer dapat kita gambarkan sebagai berikut

1. Input Device, adalah perangkat-perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam memori komputer, seperti keyboard, mouse, joystick dan lain-lain.

2. Prosesor, adalah perangkat utama komputer yang   mengelola seluruh aktifitas komputer itu sendiri. Prosesor terdiri dari dua bagian utama, yaitu ;

  • Control Unit (CU), merupakan komponen utama prosesor yang mengontrol semua perangkat yang terpasang pada komputer, mulai dari input device sampai output device.
  • Arithmetic Logic Unit (ALU), merupakan bagian dari prosesor yang khusus mengolah data aritmatika (menambah, mengurang dll) serta data logika (perbandingan).

3. Memori adalah media penyimpan data pada komputer.

Memori terbagi atas dua macam, yaitu ;

  • Read Only Memory (ROM), yaitu memori yang hanya bisa dibaca saja, tidak dapat dirubah dan dihapus dan sudah diisi oleh pabrik pembuat komputer. Isi ROM diperlukan pada saat komputer dihidupkan. Perintah yang ada pada ROM sebagian akan dipindahkan ke RAM. Perintah yang ada di ROM antara lain adalah perintah untuk membaca sistem operasi dari disk, perintah untuk mencek semua peralatan yang ada di unit sistem dan perintah untuk menampilkan pesan di layar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun tidak ada aliran listrik. Tapi pada saat sekarang ini ROM telah mengalami perkembangan dan banyak macamnya, diantaranya :
  • · PROM (Programable ROM), yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
  • · RPROM (Re-Programable ROM), merupakan perkembangan dari versi PROM dimana kita dapat melakukan perubahan berulangkali sesuai dengan yang diinginkan.
  • · EPROM (Erasable Program ROM), merupakan ROM yangdapat kita hapus dan program kembali, tapi cara penghapusannya dengan menggunakan sinar ultraviolet.
  • · EEPROM (Electrically Erasable Program ROM), perkembangan mutakhir dari ROM dimana kita dapat mengubahdan menghapus program ROM dengan menggunakan teknikelektrik. EEPROM ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan saat ini.
  • Random Access Memori (RAM), dari namanya kita dapat artikan bahwa RAM adalah memori yang dapat diakses secara random. RAM berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu (power on) jika komputer kita matikan, maka seluruh data yang tersimpan dalam RAM akan hilang. Tujuan dari RAM ini adalah mempercepat pemroses data pada komputer. Agar data yang kita buat tidak dapat hilang pada saat komputer dimatikan, maka diperlukan media penyimpanan eksternal, seperti Disket, Harddisk, flash disk, PCMCIA card dan lain-lain.

4. Output Device, adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan keluaran, apakah itu ke kertas (hardcopy), ke layar monitor (softcopy) atau keluaran berupa suara. Contohnya printer, speaker, plotter, monitor dan banyak yang lainnya. Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa prinsip kerja komputer tersebut diawali memasukkan data dari perangkat input, lalu data tersebut diolah sedemikian rupa oleh CPU sesuai yang kita inginkan dan data yang telah diolah tadi disimpan dalam memori komputer atau disk. Data yang disimpan dapat kita lihat hasilnya melalui perangkat keluaran.

Komponen-Komponen Komputer

Komputer terdiri dari tiga komponen utama yang tidak dapat dipisahkan, yaitu ;

1. Hardware (perangkat keras), Merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari ;

  • Input/Output Device (I/O Device) Terdiri dari perangkat masukan dan keluaran, seperti keyboard dan printer.
  • Storage Device (perangkat penyimpanan) Merupakan media untuk menyimpan data seperti disket, harddisk, CD-I, flash disk dll.
  • Monitor /Screen Monitor merupakan sarana untuk menampilkan apa yang kita ketikkan pada papan keyboard setelah diolah oleh prosesor. Monitor disebut juga dengan Visual Display Unit (VDU).
  • Casing Unit adalah tempat dari semua peralatan komputer, baik itu motherboard, card, peripheral lain dan Central Procesing Unit (CPU).Casing unit ini disebut juga dengan System Unit.
  • Central Procesing Unit (CPU) adalah salah satu bagian komputer yang paling penting, karena jenis prosesor menentukan pula jenis komputer. Baik tidaknya suatu komputer, jenis komputer, harga komputer, ditentukan terutama oleh jenis prosesornya.Semakin canggih prosesor komputer, maka kemampuannya akan semakin baik dan biasanya harganya akan semakin mahal.

2. Software (perangkat lunak), merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu ;

  • Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Linux, Novell, OS/2, Windows, Adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.
  • Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dll.Program utility berfungsi untuk membantu atau mengisikekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterang dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah dihapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan.
  • Program Aplikasi, seperti GL, MYOB, Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan / kebutuhan seseorang / lembaga/ perusahaan guna keperluan interennya.
  • Program Paket, seperti Microsofr office, Adobe fotoshop, macromedia studio, open office dll Adalah program yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Seperti MS-office, dapat digunakan oleh departemen keuangan untuk membuat nota, atau bagian administrasi untuk membuat surat penawaran dan lain sebagainya.
  • Bahasa Pemrograman, PHP, ASP, dBase, Visual Basic, dll.Merupakan software yang khusus digunakan untuk membuat program komputer, apakah itu sistem operasi, program paket dll. Bahasa

pemrograman ini biasanya dibagi atas 3 tingkatan, yaitu ;

o Low Level Language, bahasa pemrograman generasi pertama,bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja.

o Midle Level Language, merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah dimana penggunaan instruksi sudah mendekati bahasa sehari-hari, walaupun begitu masih sulit untuk di mengerti karena banyak menggunakan singkatansingakatan seperti STO artinya simpan (singkatan dari STORE) dan MOV artinya pindah (singkatan dari MOVE).Yang tergolong kedalam bahasa ini adalah Assembler, ForTran (Formula Translator).

o High Level Language, merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai cirri mudah dimengerti, karena menggunakan bahasa sehari-hari, seperti BASIC, dBase, Visual Basic, VB.Net dll.

3. Brainware (User),

User adalah personel-personel yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer,seperti Sistem analis, programmer, operator, user, dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronic Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang Manager EDP.

Nama : Nicky Miftahul Arzaq

sumber : otakkacau.co.cc

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar